
ASAP.
Presiden Joko Widodo menginspeksi kanal air yang digunakan untuk
mencegah kebakaran di Rimbo Panjang, Kampar, Riau, 9 Oktober 2015. Foto
oleh Rony Muharrman/EPA
PEKANBARU, Indonesia — Kabut asap di Riau
sempat menghilang setelah hujan turun pada Jumat, 9 Oktober. Namun
Senin, 12 Oktober, provinsi ini kembali dikepung kabut asap.
Menurut Kepala Badan Meteorologi,
Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Sugarin, kabut asap
menutupi Riau sehingga membatasi jarak pandang antara 500 meter sampai
satu kilometer. Ketika hujan turun tiga hari lalu, jarak pandang sempat
membaik sampai dengan tujuh kilometer.
"Di Riau ada delapan titik panas yang
tersebar di Kepulauan Meranti dan Pelalawan masing-masing tiga titik,
dan Bengkalis dua titik," kata Sugarin.
Satelit Terra dan Aqua BMKG mencatat
secara keseluruhan ada 90 titik panas di Sumatera, yang terbanyak ada di
Sumatera Selatan dengan 65 titik panas.
Berdasarkan data Satgas Darurat Asap Riau, ada kebakaran cukup besar di daerah Koto Gasib, Siak.
“Tim juga terus berkoordinasi dengan tim
Satgas Darat yang berada di masing-masing wilayah untuk melaksanakan
pengecekan secara langsung ke lokasi untuk memverifikasi keberadaan
titik api tersebut,” kata Komandan Satgas Udara Riau Marsma Henri
Alfiandi.
Menurutnya ada tim yang masih bekerja melakukan water bombing
terus menerus menggunakan tiga helikopter sewaan. Selain helikopter
juga ada pesawat Cassa-212 yang melakukan modifikasi cuaca untuk
memancing hujan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar